sweety

31 Mei, 2013

ilmu perilaku


Identifikasi perilaku merokok dari kalangan remaja siswa SMP/SMA

1.        Pengenalan / Kognisi
           Pengamatan
Pada zaman sekarang ini banyak kalangan anak siswa SMP dan juga siswa SMA  merokok ditempat-tempat umum. Hal ini karena adanya pengaruh dari luar atau karena adanya pengaruh dari teman.banyak sekali remaja-remaja SMP,SMA dan Mahasiswa perguruan tinggi menghisap rokok disembarangan tempat, dikarenakan anak remaja skarang ini banyak mempunyai teman yang perokok. Setelah diamati  para siswa merokok itu adalah bisa dipengaruhi oleh,lingkungan rumah,keluarga, teman,  lingkungan masyarakat dll. Seorang yang merokok berat itu bagi dia adalah bisa menghilangkan stress dan menenangkan pikiran.
           Perhatian
Seorang perokok sebaiknya bisa kita dekati dengan perhatian yang kita berikan kepada seorang perokok supaya dia bisa mengurangi rokok nya. Dan perlahan-lahan kita beri nasehat kepada siperokok supaya siperokok perlahan-lahan dia mengurangi rokoknya. Dan kita juga mengigatkan atau memberi tahu kepada dia bahaya – bahaya dari rokok tersebut. Pendekatan emosional juga perlu dilakukan sebagai tunjukan perilaku perokok. Perlu juga perhatian yang dibutuh kan dari orang tua. Seorang yang perokok itu bisa menahan diri dan tidak terpengaruh pada ajakan teman yang pecandu rokok.
           Tanggapan
Tangapan saya pada seorang yang perokok itu bisa merusak jiwa dan pikiran. Seorang siswa SMP dan SMA itu merokok sangat merugikan mereka karena masih jauh perjalanan yang akan dituju. Perilaku  merokok pada remaja sering kali membuat orang tua, terutama ibu merasa sangat marah dan kecewa. Apalagi dikalangan anak kos, orang tua sudah susah payah mencari uang untuk belanja keperluan sekolah taupun utuk keperluan yang penting. Malah sianak membeli rokok dan yang tidak bermanfaat. Sikap ini adalah sesuatu hal yang wajar, siapa sih yang ingin anaknya melakukan hal yang tidak berguna, bahkan cenderung membahayakan kesehatannya.
Apa penyebab seorang itu bisa merok ?
ð  Penyebab seorang itu merokok adalah  penasaran untuk  mencoba rokok, melibatkan perkembangan perilaku dan intensi tentang merokok dan bayangan tentang seperti apa rokok itu.
           Fantasi
Hayalan  bagi seorang perokok itu bagi dia bisa menghilangkan rasa stress dan juga bisa menenangkan pikiran. Sering kali orang yang merokok bisa menumbuhkan keberanian. Remaja- remaja  yang merokok itu  timbul hal-hal atau hayalan yang bisa membuat diatenang. dan juga timbul rasa ingin merokok dan merokok. Merokok bisa membut masalah – masalah  yang dihadapi bisa ringan. Hal itu bisa membuat orang itu ketagihan untuk merokok.
           Ingatan
Ingatan orang yang merokok itu bagi dia bisa menumbuhkan rasa anak yang gaul dan juga tumbuh dewasa.  Bagi pikiran orang yang merokok dan juga orang yang merokok itu apa bila dia lagi putus cinta. Maka ia dengan merokok bisa menenangkan pikiran dan juga menghilangkan rasa sakit hati...!
           Berfikir
Orang yang merokok itu berfikir bawa rokok tersebut memang mengandung zat berbahaya. Tetapi apabila sudah kebiasaan merokok maka mereka akan menjadi kepengen merokok terus. Akan tetapi orang yang merokok itu tidak mudah terkena penyakit malah perokok tidak aktif yang mudah terkena penyakit dari pada perokok aktif.perokok tidak aktif seperti orang yang merokok kita yang menghirup udara dari rokok tersebut..

2.      Perasaan / emosi
·           Faktor emosi
ð  Stress merupakan respon individu dimana terjadi ketidaksesuaian anatara harapan dan pencapaian yang ditampilkan melalui perasaan secara emosional.
ð  Ketidak mampuan mengatasi hal tersebut dengan baik akan direfleksikan melalui perasaan emosional seperti marah, tegang, cemas bahkan agresi

·           Reaksi emosi
ð  Reaksi orang yang merokok bisa lebih mudah marah apabila dia tidak merokok  dan jika kalau dia  merokok bisa fikirannya tenang.
·           Pengaruh emosi
Orang yang merokok itu lebih cenderung dengan orang yang sensitif dan cepat marah. Semakin sering remaja berada dalam kondisi stres semakin mungkin merokok mereka lakukan yang akhirnya berdampak pada ketergantungan.

3.      Kehendak / konasi
·           Kejasmanian
Seorang merokok berakibat menderita kangker dan juga Kejasmanian yang ada pada orang yang perokok adalah pernapaasannya terganggu dan juga sering  betuk-batuk pada orang yang perokok . Paru-paru akan jadi rusak dan terkena penyakit sesak napas. Fisiknya cenderung kurang sehat, saat berlari pernafasannya sering terganggu dan susah mencari nafas. Karena orang perokok kurang olahraga dan paru-parunya pun sudah terganggu.


·           Kejiwaan
Orang mencoba  merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Remaja yang merokok mengalami ketergantungan, mengalami kehilangan kepercayaan diri dari usia remaja, dan cenderung berbohong pada orangtua dan guru.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar